Di Banjar, titik paling timur Provinsi Jawa Barat, masih ada Desa yang belum memiliki mushollah sebagai pusat ibadah dan pembelajaran Al-Qur'an.
Setiap hari, lebih dari 50 anak bersama para orang tua dan lansia harus bergantian menggunakan ruang kelas madrasah untuk belajar mengaji, melaksanakan kajian, dan berbagai kegiatan keislaman. Ketika ruang kelas digunakan untuk kegiatan belajar, mereka harus menunggu atau mencari tempat seadanya.
Padahal, mushollah bukan hanya tempat menunaikan salat. Mushollah adalah pusat pembinaan akhlak, tempat anak-anak mengenal Al-Qur'an, serta ruang berkumpulnya masyarakat untuk menimba ilmu agama.
Melihat kondisi tersebut, GIS Peduli berinisiatif membangun Mushollah Nurul Ilmi di Desa Langensari, Banjar. Kehadiran mushollah ini diharapkan menjadi tempat ibadah yang nyaman sekaligus pusat pendidikan Islam bagi anak-anak hingga masyarakat sekitar.


Ustadz Adi, menyampaikan harapannya:
"Selama ini anak-anak dan masyarakat belajar mengaji dan beribadah dengan memanfaatkan ruang kelas madrasah karena belum memiliki mushollah. Kami sangat berharap hadirnya Mushollah Nurul Ilmi agar anak-anak dapat belajar Al-Qur'an dengan lebih nyaman, masyarakat memiliki tempat ibadah yang layak, dan kegiatan keislaman dapat terus berkembang. Kami mengajak Bapak/Ibu untuk bersama-sama membantu mewujudkan pembangunan mushollah ini."

Mari bersama GIS Peduli wujudkan Mushollah Nurul Ilmi, agar anak-anak, para lansia, dan seluruh masyarakat di Desa Langensari memiliki rumah ibadah yang layak dan menjadi pusat lahirnya generasi Qur'ani.

Klik Donasi sekarang